BELAJAR HAL BARU
BELAJAR HAL BARU
Bagi banyak orang sesuatu yang baru adalah hal yang menantang. Dengan berbagai macam cara ingin menaklukkan, mempelajari dengan teliti, mencari referensi, sampai mencoba mengikuti berbagai pelatihan demi menuntaskan rasa ingin tahunya terhadap hal baru yang menggelitik untuk diulik.
Di sisi lain banyak juga yang memilih mundur teratur, bersikap apatis, dan tak peduli mau hal baru atau hal penting. Menambah pengetahuan baru adalah pekerjaan tambahan yang menguras waktu, tenaga, pikiran, mungkin biaya. Yang pasti lebih nyaman memilih untuk tidak mengusik.
Untung banyak orang baik dengan caranya mampu mengetuk hati dan mengajak belajar bersama tentang hal baru. Kemajuan teknologi informasi dimanfaatkan secara bijak untuk berbagi. Menjalin komunikasi efektif melalui aplikasi whaatsaps, berbagi Ilmu pengetahuan baru secara daring, untuk memberi pencerahan kepada banyak orang. Sungguh sikap dan tindakan yang patut dipuji.
Bukan hal yang mudah untuk belajar sesuatu yang baru. Dengan beragam latar belakang peserta pelatihan yang ingin menuntaskan rasa ingin tahunya, maka diskusi dalam grup WA juga menjadi seru. Ada panduan dan tuntunan, ada pertanyaan dalam kebingungan, sharring pengalaman kendala yang ditemukan, bahkan ungkapan ketidakpahaman yang nyaris menyeret pada semangat menyerah di awal pelatihan.
Banyak tipe pejuang mengatasi tantangan. Menurut Fransz G. Stoltz dalam bukunya Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang, ada tiga tipe manusia yaitu:
1. Tipe Quitter, yang mudah berhenti atau menyerah pada tantangan
2. Tipe Campers, yang cepat puas dengan perolehan diri, tidak melanjutkan sampai tujuan
3. Tipe Climber, yang tak pernah berhenti menyerah, dan selalu memikirkan kemungkinan alternatif menyelesaikan masalah atau tantangan.
Anda termasuk yang mana?

Keren nih.. 👍
BalasHapusTerima kasih Pak Nopiar. Ini baru belajar.
Hapus